H.55 - Beberapa Contoh Dosa Penyebab Terjatuhnya Seseorang Ke Dalam Neraka (Bag. 1/4)

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Dosa yang dilakukan seorang muslim apabila Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى tidak mengampuninya akan menjadi sebab seseorang terjatuh ke dalam neraka. Di antara dosa tersebut adalah dosa bid'ah

Rasulullah ﷺ bersabda, "dan sejelek-jelek perkara adalah perkara yang diada-adakan. Dan setiap yang diada-adakan adalah bid'ah. Dan setiap bid'ah adalah sesat. Dan setiap kesesatan di dalam neraka" - HR. Nasai.

Bid'ah inilah yang sebenarnya telah memecah belah umat islam. Umat yang dahulu bersatu, satu di atas Al Quran dan Al Hadits dengan satu pemahaman, yaitu pemahaman para sahabat nabi ﷺ, generasi terbaik umat islam menjadi berbagai aliran yang banyak. Golongan yang selamat adalah golongan yang tetap berpegang dengan islam yang murni yang dipahami oleh para sahabat.

Rasulullah ﷺ bersabda:
"Dan akan terpecah belah umatku menjadi 73 golongan. Semuanya masuk ke dalam neraka kecuali 1 golongan.
Mereka berkata: siapakah golongan tersebut ya Rasulullah?
Beliau menjawab: golongan yang berada di atas jalanku dan jalan para sahabatku"
- Hadits hasan riwayat At Tirmidzi

Ucapan beliau ﷺ, umati (umatku) menunjukkan bahwasannya aliran-aliran tersebut tidaklah kafir dengan bid'ah yang mereka lakukan. Dan ucapan beliau ﷺ semuanya masuk neraka menunjukkan bahwasannya bid'ah yang mereka lakukan adalah dosa besar yang menyebabkan masuk neraka.

Jika Allah menghendaki maka Allah ampuni tanpa diadzab. Dan jika Allah hendaki, maka Allah mengadzab di neraka sampai waktu yang Allah kehendaki. 

Seorang hendaklah menjauhi aliran-aliran sesat tersebut yang di antara ciri-cirinya:
1. Tidak kembali pada pemahaman para sahabat di dalam memahami Al Quran dan Al Hadits
2. Tidak memiliki perhatian yang besar terhadap aqidah dan tauhid
3. Mendahulukan akal di atas dalil
4. Bersembunyi-sembunyi di dalam beragama
5. Memiliki baiat khusus kepada pemimpin aliran, di antara cirinya:
a. mencela atau membicarakan kejelekan penguasa 
b. tidak berhati-hati di dalam berdalil dengan hadits-hadits Rasulullah 

c. mencukupkan diri dengan Al Quran tanpa Hadits di dalam berdalil, dan di antara cirinya: mudah mengkafirkan orang yang tidak sependapat dengan mereka

Hendaknya seorang muslim meninggalkan bid'ah meskipun dianggap baik atau hasanah oleh sebagian manusia. Meninggalkan aliran-aliran sesat tersebut, dan jangan tertipu dengan pakaian atau banyaknya jumlah mereka. Karena kebenaran tidak diukur dengan perkara-perkara tersebut, tapi diukur dengan kesesuaiannya dengan Al Quran dan Al Hadits.

Menasihati para pengikut aliran sesuai kemampuan supaya kembali kepada kebenaran dengan cara yang hikmah merupakan bentuk rasa cinta kepada saudara seislam. Dan upaya menyatukan umat di atas kebenaran. Serta menyelamatkan mereka dari ancaman neraka. Dan perlu diketahui bahwasannya meninggalkan aliran-aliran tersebut juga bukan berarti seseorang hidup jauh dari agama, menjauhi ilmu, dan para ulama, kemudian mengikuti syahwat dan hawa nafsunya. Karena seorang muslim di dunia ini dituntut untuk menjauhi fitnah syubhat (kerancuan berpikir) dan menjauhi fitnah syahwat.

Semoga Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى memberikan hidayah kepada kita semua. aamiin


Demikian halaqah pada kali ini.

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Comments

Popular posts from this blog

H.47 - Telaga Rasulullah shalallahu 'alayhi wa sallam

H.42 - Keadaan Manusia Ketika Hisab

H.57 - Beberapa Contoh Dosa Penyebab Terjatuhnya Seseorang Ke Dalam Neraka (Bag. 3/4)