H.47 - Telaga Rasulullah shalallahu 'alayhi wa sallam

   السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Di antara beriman kepada hari akhir adalah beriman tentang adanya telaga Rasulullah ﷺ pada hari kiamat. Hadits-hadits yang datang dalam masalah ini mencapai derajat mutawatir. Di antaranya adalah sabda Beliau ﷺ, "sesungguhnya setiap nabi memiliki telaga. Dan sesungguhnya mereka akan saling berbangga siapa di antara mereka yang telaganya paling banyak didatangi. Dan aku berharap akulah yang telaganya akan paling banyak didatangi". - HR. Tirmidzi.

Rasulullah ﷺ juga bersabda, "telagaku sepanjang satu bulan perjalanan, airnya lebih putih daripada susu dan baunya lebih wangi daripada minyak kasturi, dan kizannya (teko) sebanyak bintang di langit. Barang siapa yang meminum darinya, maka dia tidak akan haus selama-lamanya" - HR. Bukhari dan Muslim.

Sebagian ulama mengatakan bahwasannya seandainya dia masuk ke dalam neraka setelah itu karena dosa yang dia lakukan, maka dia tidak akan diadzab dengan rasa haus. Ummat beliau ﷺ akan mendatangi telaga beliau dan meminum darinya. Beliau ﷺ mengatakan, "dan aku akan menolak manusia dari telagaku sebagaimana seseorang menolak onta orang lain dari telaganya". Maka para sahabat bertanya kepadanya, "wahai Rasulullah apakah engkau mengenal kami di hari tersebut?" Beliau menjawab, "iya. Kalian memiliki tanda yang tidak dimiliki ummat-ummat lain. Kalian akan mendatangi telagaku dalam keadaan putih wajah, tangan, dan kaki kalian dari bekas berwudhu" - HR. Muslim.

Orang yang beriman ketika Rasulullah ﷺ masih hidup, kemudian dia murtad sepeninggalan beliau ﷺ, maka akan dijauhkan dari telaga beliau ﷺ. 

Di dalam sebuah hadits, beliau ﷺ mengatakan, "aku akan mendahului kalian di atas telaga, dan akan dinampakkan beberapa orang di antara kalian. Kemudian kalian tiba-tiba dijauhkan dariku. Aku pun bertanya: wahai Rabb ku, bukankah mereka para sahabatku?". Maka dikatakan pada beliau, "sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang mereka lakukan setelah dirimu" - HR. Bukhari dan Muslim

Di dalam hadits yang lain, dikatakan kepada beliau, 'sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang mereka ubah setelahmu" - HR. Bukhari dan Muslim.

Sebagian ulama mengatakan bahwasannya membuat bid'ah di dalam agama termasuk merubah yang dimaksud di dalam hadits ini. Dikhawatirkan dia tidak bisa minum dari telaga nabi ﷺ. Namun bukan berarti dia masuk ke dalam neraka, dia kekal di dalamnya, karena yang kekal di dalam neraka hanyalah orang-orang kafir.

Dua hadits terakhir menunjukkan bahwasannya setelah meninggal dunia, beliau ﷺ tidak mengetahui apa yang dilakukan ummatnya. Semoga Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى menjadikan kita termasuk orang-orang yang bisa meminum dari telaga Rasulullah ﷺ pada hari dimana kita sangat membutuhkannya.

Demikian halaqah pada kali ini.
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Comments

Popular posts from this blog

H.42 - Keadaan Manusia Ketika Hisab

H.57 - Beberapa Contoh Dosa Penyebab Terjatuhnya Seseorang Ke Dalam Neraka (Bag. 3/4)