H.54 - Ash Shirat

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Setelah berpisah dengan orang-orang munafik, maka tinggallah orang-orang beriman dengan berbagai tingkatan keimanan mereka. Mulai dari para nabi sampai para pelaku dosa besar. Mereka semua akan menuju surga dengan melewati sebuah jembatan yang berada di atas neraka.

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman:
وَاِنۡ مِّنْکُمْ اِلَّا وَارِدُهَا ​ؕ كَانَ عَلٰى رَبِّكَ حَتۡمًا مَّقۡضِيًّا​ ۚ‏
ثُمَّ نُـنَجِّى الَّذِيۡنَ اتَّقَوْا وَّنَذَرُ الظّٰلِمِيۡنَ فِيۡهَا جِثِيًّا‏ 
"Dan tidak seorang pun dari kalian kecuali melewati neraka yang demikian adalah ketentuan Allah yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami akan selamatkan orang-orang yang bertakwa dan kami akan biarkan orang-orang yang zalim masuk ke dalam neraka dalam keadaan berlutut" (QS. Maryam ayat 71-72)

Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwa jembatan tersebut sangat menggelincirkan. Di atasnya ada besi-besi pengait dan duri yang keras yang bentuknya seperti duri sa'dan.

Berkata Abu Sa'id Al Kudri yang meriwayatkan hadits ini di dalam riwayat Muslim, "telah sampai kepadaku jembatan ini lebih lembut daripada rambut dan lebih tajam daripada pedang". 

Di dalam hadits ini disebutkan bahwasannya ada orang beriman yang melewati jembatan tersebut dengan sangat cepat seperti kedipan mata. Ada yang seperti kilat. Ada yang secepat angin. Ada yang secepat guruh. Ada yang secepat larinya kuda. Ada yang secepat larinya onta. Dan ada yang sangat lambat sehingga dia lewat jembatan tersebut dalam keadaan menyeret dirinya. Dialah orang yang terakhir melewati jembatan.

Rasulullah ﷺ juga menyebutkan di dalam hadits ini bahwsannya manusia akan terbagi menjadi 3: 1. Orang yang benar-benar selamat melewati neraka tanpa terkena sambaran
2. Orang yang selamat melewati neraka tapi terkoyak tubuhnya
3. Orang tersambar dan akhirnya terjatuh ke dalam neraka

Di dalam hadits Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda, "maka aku dan ummatkulah yang pertama kali akan melewati dan tidak berbicara saat itu kecuali para Rasul. Doa mereka saat itu: Ya Allah selamatkan. Selamatkan.
Di atas jembatan tersebut ada besi-besi pengait seperti duri sa'dan. Tahukah kalian duri sa'dan?. 
Mereka menjawab: iya ya Rasulullah
Beliau berkata: besi pengait tersebut seperti duri sa'dan, namun tidak mengetahui besarnya kecuali Allah." 

Dia akan menyambar manusia sesuai dengan amalan mereka, yaitu dosanya. Ada di antara mereka yang binasa karena amalannya dan ada di antara mereka yang terkoyak dari belakang kemudian selamat. 

Yang selamat adalah 70.000 orang yang akan masuk surga tanpa hisab. Wajah-wajah mereka seperti bulan di malam bulan purnama. Menyusul setelah mereka rombongan yang wajah mereka seperti bintang yang paling terang. - HR. Muslim

Dan akan dikirim amanah dan rahim (kekerabatan).
Rasulullah ﷺ bersabda, "akan dikirim amanah dan rahim (kekerabatan), maka keduanya berdiri di samping kanan dan kiri jembatan" - HR Muslim

Ini menunjukkan bahwasannya melaksanakan amanah dan menyambung silahturahim (hubungan kekerabatan) perkaranya besar di dalam agama islam. Keduanya akan menuntut orang-orang yang tidak memenuhi hak keduanya. Sebagian orang yang beriman akan jatuh ke dalam neraka karena sebab ucapan yang dia ucapkan di dunia.

Rasulullah ﷺ bersabda, "sungguh seorang hamba mengucapkan sebuah kalimat yang membuat marah Allah dan hamba tersebut tidak menganggap penting kalimat penting. Dia jatuh dengan sebab ucapan tadi ke dalam jahanam" - HR. Bukhari

Sebuah batu yang dilempar ke dalam neraka akan sampai ke dasar neraka 70 tahun kemudian, sebagaimana di dalam hadits riwayat muslim. Sebuah peristiwa yang pasti akan kita alami dan sangat mendebarkan. Berjalan di atas jembatan yang sangat kecil, panjang, di bawahnya ada neraka sangat dalam berisi adzab yang sangat pedih dan di samping kanan dan kiri ada besi-besi pengait yang siap mengenai orang yang berhak.

Ketegaran kita di atas jembatan saat itu sesuai dengan ketegaran kita di dunia di dalam berpegang teguh dengan agama islam. Semoga Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى merahmati kita dan menyelamatkan kita semua.


Demikian halaqah pada kali ini.
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Comments

Popular posts from this blog

H.47 - Telaga Rasulullah shalallahu 'alayhi wa sallam

H.42 - Keadaan Manusia Ketika Hisab

H.57 - Beberapa Contoh Dosa Penyebab Terjatuhnya Seseorang Ke Dalam Neraka (Bag. 3/4)