H.53 - Perpisahan Antara Orang-Orang Beriman Dengan Orang-Orang Munafik
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Setelah bangkit dari sujud, maka orang-orang beriman akan mengikuti Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى dan akan dibentangkan as sirath (jembatan di atas neraka) sebagaimana di dalam hadits Abu Hurairah yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim.
Keadaan saat itu gelap gulita. Seorang yahudi pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ: dimanakah manusia pada hari langit dan bumi diganti?. Beliau ﷺ mengatakan: di tempat yang gelap sebelum jembatan - HR. Muslim.
Kemudian orang-orang beriman akan diberikan cahaya. Di dalam hadits yang sahih yang diriwayatkan oleh At Tabrani bahwasannya Rasulullah ﷺ bersabda, "maka Allah memberikan cahaya kepada mereka cahaya sesuai amalan mereka. Ada di antara mereka yang diberi cahaya sebesar gunung yang besar yang berjalan di depannya dan ada yang diberi lebih kecil dari itu. Dan ada di antara mereka yang diberi cahaya sebesar pohon kurma di sebelah kananya dan ada yang diberi lebih kecil dari itu. Sehingga ada orang yang diberi cahaya di jempol kakinya yang menyala dan kadang padam. Apabila menyala, maka dia melangkahkan kakinya dan berjalan. Dan apabila padam, dia berdiri."
Ini menunjukkan pada kita tentang pentingnya mengamalkan ilmu bagi seorang muslim. Semakin banyak cahaya ilmu yang diamalkan di dunia, maka semakin banyak cahaya yang dia dapatkan di hari kiamat.
Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim disebutkan bahwasannya orang-orang munafik juga akan diberi cahaya oleh Allah. Namun cahaya mereka padam sebelum sampai padam.
Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى menceritakan di dalam QS. Al Hadid ayat 12-15 yang artinya pada hari ketika kamu melihat orang-orang yang beriman (laki-laki dan wanita), cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka. Di katakan pada mereka, pada hari ini ada berita gembira untuk kalian, yaitu surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai yang kalian akan kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar. Ada hari ketika orang-orang munafik (laki-laki dan wanita) berkata kepada kepada orang-orang yang beriman: tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebagian dari cahaya kalian. Dikatakan kepada orang-orang munafik: kembalilah kalian ke belakang dan carilah sendiri cahaya untuk kalian. Lalu dibuatlah di antara orang-orang beriman dan orang-orang yang munafik sebuah dinding yang memiliki pintu. Di sebuah dalamnya yaitu sisi orang-orang yang beriman ada rahmat. Dan di sebelah luarnya yaitu sisi orang-orang munafik ada siksa. Orang-orang munafik memanggil orang-orang beriman seraya berkata: bukankah kami dahulu bersama-sama di dunia dengan kalian (bersama dengan orang beriman secara dzahir)?. Orang beriman menjawab: benar. Akan tetapi kalian mencelakakan diri kalian sendiri. Yaitu dengan kenifakan kalian. Lalu kalian dahulu menunggu kehancuran kami dan kalian ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى. Dan penipu yaitu setan telah datang memperdaya kalian tentang Allah. Maka pada hari ini tidak akan diterima tebusan dari kalian maupun dari orang-orang kafir. Tempat kalian adalah neraka. Itulah tempat berlindung kalian dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.
Demikianlah orang-orang munafik kembali tertipu mendapat cahaya di awal dan menyangka bahwasannya mereka akan selamat bersama orang-orang beriman. Namun ternyata persangkaan mereka salah. Orang yang beriman ketika melihat cahaya orang-orang munafik padam, mereka berdoa kepada Allah: wahai Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa untuk melakukan segala sesuatu (QS. At Tahrim ayat 8).
Di dalam hadits sahih diriwayatkan Abu Daud dan juga Tirmidzi Rasulullah mengabarkan bahwsannya orang yang berjalan ke mesjid di dalam kegelapan malam yaitu untuk melakukan sholat berjamaah, maka dia mendapatkan cahaya yang sempurna di hari kiamat. Di antara usaha seorang muslim untuk menghilangkan kenifakan adalah menjaga sholat 5 waktu secara berjamaah
Rasulullah ﷺ bersabda, "barang siapa yang sholat karena Allah selama 40 hari secara berjamaah mendapatkan takbiratul ula (takbiratul ikhram), maka dia akan terlepas dari 2 perkara: neraka dan kenifakan. - Hadits hasan riwayat At Tirmidzi.
Comments
Post a Comment