H.52 - Tinggalnya Orang-Orang Yang Beriman dan Orang-Orang Munafik

 السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al Imam, Al Bukhari, dan Muslim disebutkan bahwasannya setelah orang-orang kafir (musrikin dan ahlul kitab) digiring ke neraka, maka tidak tersisa kecuali orang-orang yang menyembah Allah, yang saleh maupun yang fajir. 

Dikatakan pada mereka: apa yang menghalangi kalian untuk pergi, sedangkan manusia sudah pergi
Dalam riwayat muslim: apa yang kalian tunggu?
Mereka berkata: kami berbeda dengan mereka di dunia. Padahal kami dahulu butuh dengar mereka. Maksudnya mereka dahulu bertauhid, tidak menyembah apa yang disembah orang-orang kafir. Meskipun mereka butuhkan orang-orang kafir tersebut dalam beberapa hal.
Mereka berkata: sungguh kami telah mendengar penyeru menyeru supaya setiap kaum mengikuti apa yang dia sembah. Dan kami sekarang sedang menunggu Rabb kami.

Maka datanglah Allah  سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى di dalam bentuk yang berbeda dengan bentuk yang mereka lihat pertama kali. Ini menunjukkan bahwasannya orang-orang yang beriman akan melihat Allah di padang mahsyar. 

Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda,
Maka Allah berkata: Aku adalah Rabb kalian
Mereka berkata: kami berlindung pada Allah dariMu. Kami tidak menyekutukan Allah sedikutpun
Mereka mengatakan perkataan ini 2 atau 3 kali. Maksudnya Allah menguji mereka dengan memperlihatkan diriNya dalam bentuk yang lain.

Ketika mereka melihat Allah dalam bentuk yang lain, maka mereka berlindung pada Allah supaya tidak terfitnah dalam ujian ini. Dan ucapan mereka kami tidak menyekutukan Allah sedikitpun menunjukkan tentang keutamaan tauhid.

Beliau ﷺ bersabda, 
Maka tidak berbicara kepada Allah saat itu kecuali para nabi.
Maka Allah berkata: apakah kalian memiliki tanda sehingga kalian mengetahui bahwa Dia adalah Rabb kalian?
Mereka berkata: betis
Maka disingkaplah betis Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى.

Para ulama mengatakan bahwasannya ini adalah termasuk hadits yang berisi sifat Allah. Kewajiban kita adalah beriman bahwasannya Allah memiliki betis sesuai keagungannya. Tidak boleh kita ingkari. Tidak boleh kita serupakan dengan makhluk. Tidak boleh kita takwil. dan Tidak boleh kita bertanya bagaimananya.

Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda, "maka sujudlah setiap mukmin"

Dan dalam riwayat Muslim disebutkan tidak tersisa orang yang terdahulu sujud untuk Allah ikhlas dari dirinya kecuali Allah mengizinkan dia untuk bersujud. 

Kemudian tidaklah tersisa orang yang dahulu sujud karena hanya ingin melindungi diri dan riya' kecuali Allah akan menjadikan punggungnya menjadi rata. Setiap akan sujud, dia jatuh tersungkur di atas tengkuknya. Maksudnya dia tidak bisa sujud karena punggungnya semula memiliki beberapa ruas tulang yang memudahkan dia untuk membungkuk menjadi hanya memiliki satu ruas tulang yang rata. Demikianlah keadaan orang-orang dahulu menipu Allah dan orang-orang beriman di dunia. Maka Allah menipu mereka. Mereka mengira bahwasannya mereka selamat dengan tinggalnya mereka saat itu bersama dengan orang beriman. Namun ternyata perkiraan mereka adalah perkiraan yang salah.

Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda, "kemudian orang-orang beriman mengangkat kepala mereka dan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى kembali kepada bentuknya yang semula. Kemudian Allah berkata: Aku adalah Rabb kalian. Mereka pun berkata: Engkau adalah Rabb kami"


Demikian halaqah pada kali ini.
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Comments

Popular posts from this blog

H.47 - Telaga Rasulullah shalallahu 'alayhi wa sallam

H.42 - Keadaan Manusia Ketika Hisab

H.57 - Beberapa Contoh Dosa Penyebab Terjatuhnya Seseorang Ke Dalam Neraka (Bag. 3/4)