H.45 - Penegakkan Qishash-Hukuman Bagi Orang-Orang Yang Dzalim

  السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Termasuk keadilan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى adalah menegakkan qishash kepada makhluk di hari kiamat. Tidak ada makhluk yang didzolimi di dunia oleh yang lain, kecuali akan Allah kembalikan haknya di hari kiamat, bahkan di antara hewan. 

Rasulullah ﷺ bersabda, "sungguh akan diberikan hak-hak ini kepada pemiliknya di hari kiamat sampai akan diqishash seekor kambing yang bertanduk karena kedzoliman yang dia lakukan terhadap kambing yang tidak bertanduk" - HR. Muslim.

Akan didatangkan orang yang dzolim dan yang didzolimi. Sekecil apapun kedzoliman tersebut, baik kedzoliman terhadap harta seperti pencurian, perampokan, penipuan, hutang, atau kedzoliman kehormatan seperti umpatan, ghibah (membicarakan kejelekan orang lain), tuduhan palsu, atau kedzoliman fisik seperti pemukulan, pembunuhan, dll. penegakkan keadilan saat itu adalah dengan hasanah dan sayyiah. Orang yang dzolim akan diambil hasanahnya dan diberikan kepada orang yang dizolimi. 

Apabila orang yang dzolim tersebut tidak memiliki hasanah, maka sayyiah orang yang didzolimi akan diberikan kepada orang yang dzolim tersebut. Orang yang bangkrut di hari tersebut adalah orang-orang yang terlalu banyak kedzolimannya di dunia.

Rasulullah ﷺ bersabda, "sesungguhnya orang yang bangkrut di kalangan ummatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala sholat, pahala puasa, dan pahala dzakat. Dia datang di hari tersebut dan dahulu di dunia, dia telah mencela si fulan, menuduh si fulan berzinah, memakan harta si fulan, memuntahkan darah si fulan, dan memukul si fulan. Maka hasanah (pahala) kebaikan orang tersebut akan diberikan kepada si fulan. Lalu si fulan sehingga apabila habis hasanah orang tersebut sebelum dia melunasi hak orang lain, maka akan diambil dosa-dosa orang yang pernah dia dzolimi tersebut dan dibikinkan kepadanya. Kemudian akhirnya dia dilemparkan ke dalam neraka"
 - HR. Muslim.

Oleh karena itu seorang muslim di dunia apabila berbuat dzolim maka bersegera meminta maaf dan mengembalikan hak orang yang pernah dia dzolimi. 

Rasulullah ﷺ bersabda, "barang siapa yang memiliki kedzoliman kepada orang lain, baik berupa kehormatan atau sesuatu yang lain, maka hendaklah dia minta dihalalkan darinya pada hari ini sebelum datang hari yang di situ tidak ada dinar maupun dirham" - HR. Bukhari.

Orang yang didzolimi di dunia boleh membalas dengan balasan yang setimpal. Akan tetapi, tidak boleh dia membalas dengan berlebihan. Karena dengan demikian, justru dia menjadi orang yang dzolim yang akan diambil kebaikannya dan apabila dia memaafkan, maka Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى akan memberikan pahala yang besar.

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman:
وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا ۖ فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ
"Dan balasan sebuah kejelekan adalah kejelekan yang setimpal, dan barang siapa yang memaafkan dan memperbaiki, maka pahalanya atas Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى sesungguhnya Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى tidak mencintai orang-orang yang dzolim" (QS. Asyura ayat 40)

Demikian halaqah pada kali ini...

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Comments

Popular posts from this blog

H.47 - Telaga Rasulullah shalallahu 'alayhi wa sallam

H.42 - Keadaan Manusia Ketika Hisab

H.57 - Beberapa Contoh Dosa Penyebab Terjatuhnya Seseorang Ke Dalam Neraka (Bag. 3/4)