H.40 - Memperbanyak Al Hasanah (Kebaikan) Dan Menghilangkan As Sayyiah (Dosa)

 السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Seorang yang beriman pada hari akhir dan beriman bahwasannya kelak akan dihisab, maka dia hendaklah memohon rahmat dari Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى, kemudian mengambil sebab supaya memiliki Al Hasanah sebanyak mungkin dan menghilangkan dosa sebisa mungkin. Di antara caranya:

  1. Menjaga tauhid yang merupakan hasanah atau kebaikan yang paling besar dan merupakan pondasi bagi hasanah yang lain dan merupakan sebab diampuninya dosa seseorang

  2. Mencari amalan yang paling afdol yang apabila dilakukan dia akan mendapatkan hasanah yang banyak yang demikian karena kita sangat butuh hasanah yang banyak sementara waktu untuk mendapatkannya adalah sangat terbatas.

    Amalan yang paling afdol setelah rukun islam dan kewajiban-kewajiban agama yang lain ada 3 amalan: menuntut ilmu agama, jihad fisabilillah, dan dzikrullah yang dilakukan dengan khusuk disebagian besar waktunya.

    Amalan yang wajib lebih afdol dan lebih besar pahalanya daripada pada amalan yang sunnah. Amalan yang wajib 'ain yaitu yang wajib atas semuanya lebih afdol daripada amalan yang wajib kifayah yang apabila dilakukan oleh sebagian, maka gugur atas sebagian yang lain.

    Kewajiban yang berkaitan dengan hak Allah lebih afdol daripada kewajiban yang berkaitan dengan hak makhluk. Amalan yang lebih afdol adalah amalan yang dilakukan dengan lebih ikhlas dan lebih mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ.

    Amalan sedikit yang mudah dikerjakan tanpa memberatkan diri dan dilakukan secara terus-menerus lebih afdol daripada amalan yang banyak tapi terputus.
    Rasulullah ﷺ bersabda, "amalan yang paling dicintai oleh Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى adalah yang paling dilakukan terus-menerus" - HR. Bukhari dan Muslim.

    Terkadang sebuah amalan afdol bagi sebagian, namun belum tentu afdol bagi yang lain. Amalan yang manfaatnya sampai kepada orang lain lebih afdol daripada amalan yang manfaatnya hanya untuk dirinya sendiri. Contohnya seperti sedekah dan dakwah fisabilillah.
    Rasulullah ﷺ bersabda, "barang siapa yang mengajak pada petunjuk, maka dia mendapatkan pahala orang yang mengikutinya. Tidak dikurangi dari pahala mereka sedikit pun" - HR. Muslim.

    Amalan yang dikerjakan di waktu yang mulia lebih afdol, seperti amalan yang dikerjakan di bulan Ramadhan dan dikerjakan 10 hari yang pertama di bulan Dzulhidjah. Sebagian amalan lebih afdol dikerjakan di tempat mulia tertentu, seperti sholat di masjidil haram, masjid nabawi, masjidil aqsa. 

  3. Memanfaatkan kenikmatan Allah yang telah diberikan kepada kita semaksimal mungkin, seperti kenikmatan ilmu agama, kesehatan, waktu luang, harta benda, anggota tubuh yang lengkap dan sehat, jabatan, kenikmatan teknologi, kecerdasan, kenikmatan berbicara, dll. Menggunakan kenikmatan tersebut di jalan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى dengan niat yang benar yaitu untuk mencari pahala Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى

    Rasulullah ﷺ bersabda, "dua nikmat yang banyak manusia yang rugi di dalamnya, kesehatan dan waktu luang" - HR. Bukhari.

    Dalam hadits yang lain, beliau ﷺ mengatakan, "sesungguhnya orang-orang kaya, mereka adalah orang-orang yang sedikit hasanahnya pada hari kiamat, kecuali Allah yang berikan kekayaan kemudian bersedekah kepada yang ada di kanannya, di kirinya, depan, belakangnya, dan beramal dengan kekayan tersebut dengan amalan yang baik" - HR. Bukhari dan Muslim

  4. Memperbaiki amalan supaya diterima di sisi Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى, karena amalan bisa menjadi hasanah bagi seseorang bila diterima di sisi Allah. Dan syarat diterimanya amalan ada dua yaitu ikhlas dan sesuai dengan sunnah Rasulullah ﷺ

  5. Bertaubat dari dosa yang diiringi dengan iman dan amal sholeh. Barang siapa yang melakukan demikian itu, maka dosanya akan diganti dengan hasanah.

    Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى menyebutkan bahwsannya orang yang menyekutukan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى, membunuh jiwa tanpa hak, berzina, maka mereka akan mendapat azab yang pedih di hari kiamat, kecuali apabila dia bertaubat, beriman, dan mengerjakan amal sholeh, maka Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى akan mengganti dosa-dosa mereka menjadi buah kebaikan (Lihat surat Al Furqan ayat 68 - 70)

  6. Memperbanyak istighfar setiap melakukan dosa atau kurang bersyukur atas nikmat atau kurang dalam melakukan kewajiban atau lalai dari mengingat Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى.

    Rasulullah ﷺ bersabda, "tuba bagi orang yang menemukan di dalam kitabnya istighfar yang banyak" - HR. Ibnu Madja.
    Tuba ada yang mengatakan maknanya adalah surga. Ada yang mengatakan maknanya adalah nama pohon di surga.

  7. Tidak melakukan amalan yang mengurangi pahalanya. Rasulullah ﷺ bersabda:
    "Aku mengetahui ada sebagian ummatku yang akan datang pada hari kiamat dengan membawa hasanah sebesar gunung-gunung tihamah. Maka Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى menjadikan hasanah tersebut seperti debu yang beterbangan"
    Maka seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang sifat mereka. Maka Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwasannya mereka adalah saudara-saudara kita. Sholat malam, sebagaimana kita sholat malam, akan tapi mereka apabila dalam keadaan sendiri, sesuatu yang diharamkan, mereka melanggarnya" - HR. Ibnu Madja

  8. Bersabar atas musibah dan ujian. Rasulullah ﷺ bersabda, "senantiasa ujian menimpa seorang muslim dan mukminah dalam dirinya, anaknya, dan juga hartanya, sampai dia bertemu Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى dan dia tidak memiliki dosa" - HR. Tirmidzi

    Di dalam hadits yang lain, beliau ﷺ mengatakan, "ketika orang-orang yang terkena musibah di dunia, mendapatkan pahala pada hari kiamat, maka ahlul 'afiyah yaitu orang-orang yang tidak banyak terkena musibah akan berkeinginan seandainya kulit-kulit mereka digunting di dunia" - HR. Tirmidzi.

    Yang demikian karena mereka melihat besarnya pahala orang-orang yang bersabar, sebagaimana firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى:
    نَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
    "Sesungguhnya akan disempurnakan pahala orang-orang yang bersabar tanpa batas" (QS. Az Zumar ayat 10)

  9. Beramal saleh secara umum berdasarkan dalil-dalil yang sahih, seperti baca Al Quran, berpuasa, dll.

    Rasulullah ﷺ, "barang siapa yang membaca 1 huruf dari kitabullah yaitu Al Quran, maka setiap huruf dia akan mendapatkan 1 hasanah. Dan 1 hasanah akan dilipatgandakan menjadi 10 hasanah" - HR. Tirmidzi.

    Di dalam sebuah hadits, disebutkan bahwasannya setiap amalan anak Adam 1 hasanah akan dilipatgandakan menjadi 10 hasanah sampai 700 kecuali puasa karena sesungguhnya puasa adalah untuk Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى dan Dia lah akan membalasnya - HR. Bukhari dan Muslim.
Mintalah senantiasa kepada Allah pertolongan dalam beramal. Beramalah sebaik mungkin dan mohonlah kepada Allah supaya diterima. Dan ketahuilah bahwasannya amal kita hanyalah sebab dan bukan pengganti kenikmatan surga dan keselamatan dari neraka. Seandainya seseorang beramal semaksimal mungkin, sebaik-baiknya selama hidupnya niscaya tidak cukup untuk membalas kenikmatan Allah di dunia, maka bagaimana dengan kenikmatan akhirat? Rahmat atau kasih sayang Allah lah yang lebih kita harapkan.

Rasulullah ﷺ bersabda:
"Amalan seseorang tidaklah memasukkan dia ke dalam masuk surga"
Para sahabat berkata, "tidak juga engkau ya Rasulullah?"
Beliau ﷺ menjawab, "tidak juga saya kecuali Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى melimpahkan kepadaku anugerah dan rahmatnya" - HR. Bukhari dan Muslim.

Demikian halaqah pada kali ini...

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Comments

Popular posts from this blog

H.47 - Telaga Rasulullah shalallahu 'alayhi wa sallam

H.42 - Keadaan Manusia Ketika Hisab

H.57 - Beberapa Contoh Dosa Penyebab Terjatuhnya Seseorang Ke Dalam Neraka (Bag. 3/4)