H.39 - Keadilan Allah Subhanahu wa Ta'ala Ketika Hisab

 السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Yang dimaksud dengan hisab adalah perhitungan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى terhadap amalan para hamba di dunia. Hisab Allah adalah hisab yang sangat sempurna keadilannya. Tidak ada kedzoliman sedikit pun.

Allah berfirman:
اِنَّ اللّٰهَ لَا يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ 
"Sesungguhnya Allah tidak akan mendzolimi meskipun sebesar zarah sekalipun" (QS. An Nisaa ayat 40).

Zarah artinya adalah semut itu yang dikenal oleh orang Arab. Mereka mengatakan semut kecil itu dengan zarah. Jangan diartikan dengan biji sawit atau yang semisalnya. Zarah menurut orang Arab adalah semut, bahkan rahmat dan kelebihan karunia serta anugerah yang Allah berikan kepada hamba adalah sangat banyak. 

Seandainya Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى mengazab semua makhluk, maka bukanlah hal itu sebuah kedzaliman. Dan seandainya Allah merahmati, niscaya rahmat Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى lebih baik daripada amalan mereka. - HR. Abu Dawud dan Ibnu Madja.

Dengan demikian karena Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى adalah pencipta mereka, Raja yang memiliki kerajaan, semua makhluk adalah milikNya dan dalam kerajaanNya dan Dia melakukan apa saja yang Dia kehendaki di dalam kerajanNya. 

Di antara yang menunjukkan keadilan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى adalah:

  1. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى telah memfitrahkan di dalam hati semua manusia bahwa Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى adalah Rabb mereka. Dan mereka mengakui bahkan sebelum mereka dilahirkan
    (Lihat surat Al A'raf ayat 172)

  2. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى telah mengutus para Rasul para utusan kepada manusia yang telah mengingatkan mereka dengan fitrah ini. Dan mengajak mereka untuk beriman dengan hari akhir
    Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman:
    رُسُلًا مُّبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ لِئَلَّا يَكُوْنَ لِلنَّاسِ عَلَى اللّٰهِ حُجَّةٌ ۢ بَعْدَ الرُّسُلِ ۗوَكَانَ اللّٰهُ عَزِيْزًا حَكِيْمًا
    "Para Rasul yang datang untuk memberikan kabar gembira dan memberikan peringatan supaya tidak ada hujjah bagi manusia atas Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى setelah kedatangan para Rasul. Dan sesungguhnya Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى adalah dzat yang Maha Perkasa dan Maha Bijaksana" (QS. An Nisaa ayat 165)

  3. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى telah menugaskan para malaikat untuk mencatat semua amalan manusia
    Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman:
    وَاِنَّ عَلَيْكُمْ لَحٰفِظِيْنَۙ
    كِرَامًا كَاتِبِيْنَۙ
    يَعْلَمُوْنَ مَا تَفْعَلُوْنَ
    "Dan sesungguhnya pada diri kalian ada malaikat-malaikat yang menjaga atau mengawasi yang mereka mulia dan menulis mengetahui apa yang kalian kerjakan" (QS. Al Infithar ayat 10-12)

  4. Kebaikan dan kejelekan sekecil apapun yang disembunyikan di dalam hati maupun di nampakkan akan didatangkan oleh Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى. Tidak ada manusia yang didzolimi karena kebaikan yang terlupakan atau kejelekkan yang tidak dilakukan.
    Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman:
    فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ
    وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ
    "Maka barang siapa yang mengamalkan kebaikan sebesar zarah sekalipun Dia akan melihatnya. Dan barang siapa yang mengamalkan sebuah kejelekkan sebesar zarah sekalipun Dia akan melihatnya" (QS. Az Zalzalah ayat 7-8)

  5. Seseorang tidak akan memikul dosa orang lain. 
    Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman:
    وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِّزْرَ اُخْرٰىۚ
    "Dan sebuah jiwa tidak akan menanggung dosa jiwa yang lain" (QS. Al An'am ayat 164).
    Kecuali apabila seseorang mengajak kepada kesesatan, maka dia mendapatkan dosa yang mengikutinya dalam kesesatan tersebut.

    Rasulullah ﷺ bersabda, "barang siapa yang mengajak pada kesesatan, maka dia mendapatkan dosa yang mengikutinya. Tidak berkurang dari dosa mereka sedikit pun" - HR. Muslim

  6. Masing-masing kita akan dipersilakan melihat sendiri isi kitabnya.
    Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman:
    وَكُلَّ اِنْسَانٍ اَلْزَمْنٰهُ طٰۤىِٕرَهٗ فِيْ عُنُقِهٖۗ وَنُخْرِجُ لَهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ كِتٰبًا يَّلْقٰىهُ مَنْشُوْرًا
    اِقْرَأْ كِتَابَكَۗ كَفٰى بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيْبًاۗ
    "Dan Kami akan mengeluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab dalam keadaan terbuka. 'Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu pada hari ini yang menghisab dirimu sendiri'" (QS. Al Isra' ayat 13-14)

  7. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى akan mendatangkan para saksi supaya tidak ada alasan bagi manusia. Didatangkan para Rasul yang bersaksi atas ummatnya bahwasannya mereka sudah menyampaikan.
    Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman:
    فَكَيْفَ اِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ اُمَّةٍۢ بِشَهِيْدٍ وَّجِئْنَا بِكَ عَلٰى هٰٓؤُلَاۤءِ شَهِيْدًاۗ
    "Maka bagaimana jika Kami datangkan seorang saksi dari setiap ummat dan Kami akan datangkan dirimu sebagai saksi atas mereka?" (QS. An Nisa' ayat 41)

    Malaikat akan menjadi saksi.
    Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman:
    وَجَاۤءَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَّعَهَا سَاۤىِٕقٌ وَّشَهِيْدٌ
    "Dan akan datang setiap jiwa bersamanya malaikat yang menuntun dan malaikat yang menjadi saksi" (QS. Qaf ayat 21)

    Bahkan anggota badan manusia akan menjadi saksi di hari kiamat.
    Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman:
    اَلْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلٰٓى اَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَآ اَيْدِيْهِمْ وَتَشْهَدُ اَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
    "Pada hari ini akan Kami tutup mulut-mulut mereka dan tangan-tangan mereka akan berbicara dengan Kami dan kaki-kaki mereka akan menjadi saksi atas apa yang sudah mereka lakukan" (QS. Yasin ayat 65)

Demikian halaqah pada kali ini...

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Comments

Popular posts from this blog

H.47 - Telaga Rasulullah shalallahu 'alayhi wa sallam

H.42 - Keadaan Manusia Ketika Hisab

H.57 - Beberapa Contoh Dosa Penyebab Terjatuhnya Seseorang Ke Dalam Neraka (Bag. 3/4)