H.4 - Rasulullah salallahu wa alaihi wassalam Membawa Berita Dari Allah

 السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Rasulullah ﷺ sebagai seorang utusan di antara tugasnya ialah membawa berita-berita dari Allah, baik berita masa lalu seperti kisah-kisah para nabi dan ummat-ummat terdahulu maupun berita di masa yang akan datang seperti kejadian setelah mati dan kejadian-kejadian di hari akhir. Kewajiban kita sebagai seorang yang beriman adalah membenarkan berita-berita tersebut bila memang dalilnya sahih.

Allah berfirman:

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَىٰ
إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَىٰ

"Dan tidaklah beliau berbicara dari hawa nafsunya, tidaklah ucapan beliau kecuali wahyu yang diwahyukan kepada beliau". - QS. An Najm (3-4).


Kalau kita benarkan beliau ﷺ, maka sebenarnya kita telah membenarkan Allah. Dan kalau kita dustakan beliau, maka sebenarnya kita telah mendustakan Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى. Akal yang sehat tidak akan bertentangan dengan dalil yang sahih. Apabila dalil yang sahih sepertinya tidak masuk akal, maka ketahuilah bahwasannya kekurangan ada di dalam akal kita yang memang sangat terbatas, bukan karena dalil.

Rasulullah ﷺ dikenal oleh kaumnya sebagai orang yang jujur semenjak sebelum beliau diutus menjadi nabi. Tidak pernah beliau sekalipun berdusta, baik kepada anak kecil, sebaya, maupun kepada orang tua. Baik ketika bercanda maupun dalam keadaan sungguh-sungguh.

Apabila beliau ﷺ tidak berani untuk berdusta atas nama beliau dan juga atas nama manusia, maka bagaimana beliau ﷺ berani berdusta atas nama Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى.


Demikian halaqah pada kali ini....

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Comments

Popular posts from this blog

H.47 - Telaga Rasulullah shalallahu 'alayhi wa sallam

H.42 - Keadaan Manusia Ketika Hisab

H.57 - Beberapa Contoh Dosa Penyebab Terjatuhnya Seseorang Ke Dalam Neraka (Bag. 3/4)